About Blog

Salam Sejahtera,

Blog ini dibangun untuk menyajikan informasi mendalam tentang desa Kaenbaun, sebuah desa tradisional suku Dawan yang terletak di dekat Kefamenanu. Pengelola blog ini juga mengundang siapapun untuk berpartisipasi menyumbangkan tulisannya yang terkait dengan arsitektur dan budaya Timor. Semoga blog ini dapat mencapai tujuannya, yaitu memperkenalkan secara khusus desa Kaenbaun yang unik dan menarik yang dibaca melalui kacamata budaya Timor.

Salam,

Djarot Purbadi

Responses

  1. Salut buat buat Pak Djarot. selamat merambah dunia “Umme atoni pah meto” dengan tiga tungku utama Umme Kbubu, Lopo & Haumonef.

  2. Pak Sipri Goetha, terima kasih atas apresiasinya. Saya menunggu tulisan anda dan teman-teman dari Timor yang akan semakin memperindah blog ini. Ayo kita ramaikan dunia informasi dengan berbagai informasi yang handal tentang desa/kampung unik di Timor. Blog semacam ini bagus dan menyehatkan dunia ilmu pengetahuan, khususnya tentang arsitektur vernakular nusantara !

    Salam Hangat,
    Djarot Purbadi

  3. trims mas jarot, budi luhurmu dan cintamu yang tulus untuk kaenbaun desaku yang diam-diam ditinggalkan oleh mereka yang pernah dibesarkannya

  4. Selamat bertemu Pak Djarot sudah lama tak bertemu tetapi saya berterimakasih sebagai orang dari kampung Kaenbaun oleh karena pak Djarot telah membuat sesuatu yg baik tentang jati diri bangsa kita dan utamanya memperkenalkan desa adat atau ketemukungan Kaenbaun dalam kefetoran Tunbaba di Timor.

    Salam hormat,

    willem foni

  5. Pak Willem, kelak setelah disertasi saya jadi dan lulus ujian, saya ingin menyerahkan satu set buku disertasi untuk warga Kaenbaun, para guru saya, sebagai tanda syukur dan terima kasih. Tunggu tanggal mainnya.

    Salam,
    Djarot Purbadi

  6. Pak Willem, saya mengajak Paman John Taus untuk memulai menulis sejarah suku Taus, sambil berlatih mengumpulkan data dan menulis disertasi tentang Kaenbaun. Apakah Pak Willem ingin bergabung juga ? Saya bermimpi, kelak akan lahir doktor budaya Timor dari Kaenbaun, mininal John Taus sudah memulainya !!! Bagaimana ?

    Salam,
    Djarot Purbadi

  7. Pak Djarot saya setuju untuk bergabung dan apakah draftnya/sistematikanya sudah ada? Saran saya mungkin menjadi lebih baik kita menulis dan menerbitkannya untuk empat suku laki-laki dan empat suku perempuan di Kaenbaun.

    Salam,

    Willem Foni

  8. Pak Willem, akan segera saya kirimkan email saya yang ke Paman John Taus, khususnya tentang proses bagaimana menuliskan keberadaan empat suku di Kaenbaun. Tentu awalnya adalah menggali data, kemudian kita buat draf tulisan dengan sistematika yang kita temukan di dalam/selama proses. Setelah dilakukan validasi dsb kita baru bisa mempublikasikannya. Jadi bukan “lebih cepat lebih baik” melainkan jalan terus sedikit demi sedikit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.