Salam Sejahtera,
Blog ini dibangun untuk menyajikan informasi mendalam tentang desa Kaenbaun, sebuah desa tradisional suku Dawan yang terletak di dekat Kefamenanu. Pengelola blog ini juga mengundang siapapun untuk berpartisipasi menyumbangkan tulisannya yang terkait dengan arsitektur dan budaya Timor. Semoga blog ini dapat mencapai tujuannya, yaitu memperkenalkan secara khusus desa Kaenbaun yang unik dan menarik yang dibaca melalui kacamata budaya Timor.
Salam,
Djarot Purbadi
Salut buat buat Pak Djarot. selamat merambah dunia “Umme atoni pah meto” dengan tiga tungku utama Umme Kbubu, Lopo & Haumonef.
By: Sipri Goetha on January 16, 2009
at 4:48 am
Pak Sipri Goetha, terima kasih atas apresiasinya. Saya menunggu tulisan anda dan teman-teman dari Timor yang akan semakin memperindah blog ini. Ayo kita ramaikan dunia informasi dengan berbagai informasi yang handal tentang desa/kampung unik di Timor. Blog semacam ini bagus dan menyehatkan dunia ilmu pengetahuan, khususnya tentang arsitektur vernakular nusantara !
Salam Hangat,
Djarot Purbadi
By: djarotpurbadi on January 17, 2009
at 12:11 am
trims mas jarot, budi luhurmu dan cintamu yang tulus untuk kaenbaun desaku yang diam-diam ditinggalkan oleh mereka yang pernah dibesarkannya
By: p. john g salu, svd on February 19, 2009
at 8:41 am
Selamat bertemu Pak Djarot sudah lama tak bertemu tetapi saya berterimakasih sebagai orang dari kampung Kaenbaun oleh karena pak Djarot telah membuat sesuatu yg baik tentang jati diri bangsa kita dan utamanya memperkenalkan desa adat atau ketemukungan Kaenbaun dalam kefetoran Tunbaba di Timor.
Salam hormat,
willem foni
By: willem foni on July 31, 2009
at 2:39 am
Pak Willem, kelak setelah disertasi saya jadi dan lulus ujian, saya ingin menyerahkan satu set buku disertasi untuk warga Kaenbaun, para guru saya, sebagai tanda syukur dan terima kasih. Tunggu tanggal mainnya.
Salam,
Djarot Purbadi
By: djarotpurbadi on July 31, 2009
at 9:22 am
Pak Willem, saya mengajak Paman John Taus untuk memulai menulis sejarah suku Taus, sambil berlatih mengumpulkan data dan menulis disertasi tentang Kaenbaun. Apakah Pak Willem ingin bergabung juga ? Saya bermimpi, kelak akan lahir doktor budaya Timor dari Kaenbaun, mininal John Taus sudah memulainya !!! Bagaimana ?
Salam,
Djarot Purbadi
By: djarotpurbadi on July 31, 2009
at 9:24 am
Pak Djarot saya setuju untuk bergabung dan apakah draftnya/sistematikanya sudah ada? Saran saya mungkin menjadi lebih baik kita menulis dan menerbitkannya untuk empat suku laki-laki dan empat suku perempuan di Kaenbaun.
Salam,
Willem Foni
By: Willem Foni on August 3, 2009
at 2:44 am
Pak Willem, akan segera saya kirimkan email saya yang ke Paman John Taus, khususnya tentang proses bagaimana menuliskan keberadaan empat suku di Kaenbaun. Tentu awalnya adalah menggali data, kemudian kita buat draf tulisan dengan sistematika yang kita temukan di dalam/selama proses. Setelah dilakukan validasi dsb kita baru bisa mempublikasikannya. Jadi bukan “lebih cepat lebih baik” melainkan jalan terus sedikit demi sedikit.
By: djarotpurbadi on August 4, 2009
at 2:13 am